| Potret Peserta Imtihan Wathani sedang berlangsungnya Ujian Berbasis CBT |
ACEH UTARA – Sebanyak 219 generasi bangsa Santri PDF Ulya Dayah Babussalam mengikuti ujian akhir PDF Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani ujian ini sebagai Evaluasi dan syarat bagi santri untuk meraih kelulusan secara akademik. bukan hanya itu ujian menjadi batu pijakan akademis sekaligus evaluasi spiritual atas perjalanan belajar mereka di dayah.
Ujian ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 19 hingga 21 Rajab 1447 H (8–10 Januari 2026 M). Sebagai bentuk kesiapan matang, para santri sebelumnya telah melalui tahapan simulasi pada Senin, 5 Januari 2026, guna memastikan proses ujian berbasis digital ini berjalan tanpa hambatan berarti.
Kedalaman Literasi Kitab Kuning dan Bahasa
Ujian akhir ini menjadi ajang pembuktian intelektualitas santri dalam menguasai khazanah keilmuan Islam klasik. Lima mata pelajaran fundamental menjadi pilar ujian kali ini, yakni Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ushul Fiqh, Nahwu Sharf, dan Ilmu Kalam. Menariknya, ujian ini menuntut kemahiran berbahasa yang tinggi; mayoritas soal disajikan sepenuhnya dalam Bahasa Arab. Namun, khusus untuk mata pelajaran Ilmu Kalam, ujian menggunakan Bahasa Pegon sebuah bentuk pelestarian tradisi tulis nusantara yang menjadi jembatan antara bahasa lokal dan aksara Arab. Perpaduan ini menegaskan karakter PDF sebagai lembaga yang menjaga orisinalitas keilmuan pesantren.
Pelaksanaan ujian pun terasa kian istimewa dan khidmat dengan kehadiran langsung pimpinan dayah, Waled H. Sirajuddin Hanafi, bersama jajaran Dewan Masyayikh, Kepala PDF Ulya, serta Kepala PDF Wustha. Turut hadir memantau jalannya ujian, perwakilan dari Kemenag Aceh Utara, yakni Kasi PD Pontren, sebagai bentuk dukungan resmi pemerintah terhadap pendidikan diniyah.

Kasi PD Pontren Kemenag Aceh Utara di dampingi Kepala PDF Ulya dan Wustha Sedang Mengontrol Peserta Imtihan Wathani
| Kasi PD Pontren Kemenag Aceh Utara di dampingi Kepala PDF Ulya dan Wustha Sedang Mengontrol Peserta Imtihan Wathani |
Lebih dari Sekadar Angka di Atas Ijazah
Tahun ini mencatatkan sejarah baru bagi Dayah Babussalam dengan jumlah peserta ujian tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, bagi Kepala PDF Ulya, momentum ini bukan sekadar urusan kuantitas atau angka di atas kertas.
Dalam suasana apel yang penuh haru sebelum ujian dimulai, Kepala PDF Ulya Tgk. Muhammad Safwan, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan pesan mendalam kepada para santri. Beliau menegaskan bahwa mereka adalah "Abdi Agama" yang mengemban amanah besar.
"Harapan terbesar kami, kalian tidak hanya mengejar nilai pada selembar ijazah. Jadilah santri yang menghujamkan nilai-nilai agama dalam jiwa, berkepribadian akhlakul karimah, berwawasan luas, serta memiliki kedalaman ilmu (tafaqquh fiddin) sesuai visi misi mulia kita," tuturnya memotivasi.
Benteng Literasi Kitab Kuning
Sebagai institusi pionir yang telah mendapatkan izin sejak tahun 2015—sekaligus menjadi PDF pertama di Aceh dan Sumatera—Dayah Babussalam terus konsisten menjaga kekhasan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning. Melalui program PDF ini, dayah berkomitmen mencetak kader-kader ulama yang siap melanjutkan risalah perjuangan Rasulullah SAW sebagai pengabdi agama dan bangsa.
Kabar membahagiakan turut mewarnai pelaksanaan ujian tahun ini. Menutup akhir tahun 2025 lalu, PDF Ulya Dayah Babussalam berhasil meraih predikat "Mumtaz" (A/Unggul) berdasarkan keputusan Ketua Majelis Masyayikh Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2025. Prestasi ini menjadi kado indah sekaligus bukti kualitas pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan dayah.
![]() |
| Foto Bersama Santriwati Peserta Iw hari terakhir ujian |
Meski sempat diwarnai kendala teknis berupa jaringan internet yang tidak stabil bagi beberapa santri, secara keseluruhan ujian berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi kolektif antara panitia, dewan guru, dan kedisiplinan para santri.
.jpeg)